
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Digital Sistem Semesta &#187; Berita</title>
	<atom:link href="http://digitalsistemsemesta.com/category/berita/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://digitalsistemsemesta.com</link>
	<description>Digital Sistem Semesta</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Mar 2010 07:33:37 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Samsat Corner Resmi Beroperasi di BCS Mall</title>
		<link>http://digitalsistemsemesta.com/berita/samsat-corner-resmi-beroperasi-di-bcs-mall</link>
		<comments>http://digitalsistemsemesta.com/berita/samsat-corner-resmi-beroperasi-di-bcs-mall#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Mar 2010 07:31:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digitalsistemsemesta.com/?p=425</guid>
		<description><![CDATA[Kepolisian Daerah (Polda) Kepri bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, menghadirkan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Corner di pusat perbelanjaan Batam City Square (BCS) Mall, Baloi-Batam, Senin (22/3). Sekitar pukul 11.30 wib, Samsat corner diresmikan secara langsung oleh Kapolda Kepri, Pudji
Hartanto beserta ketua DPRD Prov Kepri, Nur Syafriadi mewakili Pemprov Kepri dan perwakilan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-medium wp-image-426 alignleft" title="P3220041" src="http://digitalsistemsemesta.com/wp-content/uploads/2010/03/P3220041-300x225.jpg" alt="P3220041" width="300" height="225" />Kepolisian Daerah (Polda) Kepri bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, menghadirkan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Corner di pusat perbelanjaan Batam City Square (BCS) Mall, Baloi-Batam, Senin (22/3). Sekitar pukul 11.30 wib, Samsat corner diresmikan secara langsung oleh Kapolda Kepri, Pudji<br />
Hartanto beserta ketua DPRD Prov Kepri, Nur Syafriadi mewakili Pemprov Kepri dan perwakilan Jasa Raharja Batam, Edi Martajaya. Hadir dalam launching Samsat Corner, rombongan siswa taman kanak-kanak yang ada di Batam.</p>
<p>Samsat corner yang baru beroperasi ini akan melayani masyarakat setiap harinya, termasuk hari libur dan tanggal merah. Untuk hari Senin-Jum&#8217;at jam operasional dimulai pukul 10.00-18.00 WIB. Untuk Sabtu dan Minggu serta hari libur dimulai pukul 11.00-18.00 WIB.</p>
<p>“Samsat corner ini kita hadirkan untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat. Juga sekaligus memberi kemudahan dan memanjakan masyarakat dalam mengurus pajak kendaraan termasuk dihari libur, karena kita tahu pada hari libur banyak warga yang berkunjung ke mall,” ujar Pudji Hartanto.</p>
<p>Hal senada juga diungkapkan Ditlantas Polda Kepri, Adang Ginanjar yang mengatakan bahwa alasan utama membuka Samsat Corner di mall, yaitu agar lebih dekat dengan masyarakat dan membentuk image pada masyarakat kalau membayar pajak itu tidak sulit.</p>
<p>Lebih lanjut Adang menjelaskan, ini memberi kemudahan bagi warga masyarakat yang ingin mengurus Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) setiap tahun, dan pembayaran pajak dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).</p>
<p>“Sembari berbelanja pun masyarakat bisa membayar pajak, dengan ketentuan membawa persyaratan lengkap yaitu KTP asli, BPKB dan STNK yang asli, paling lama 5 menit sudah selesai,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Adang, selama ini, dengan kesibukan dan segala aktivitas keseharian masyarakat, tentunya banyak masyarakat yang tidak mempunyai waktu untuk mengurusi pajak kendaraannya. Sehingga ada yang memakai jasa calo dan biayanya menjadi lebih besar.</p>
<p>”Dengan Samsat Corner yang dibuka setiap hari, kiranya masyarakat akan lebih mudah untuk mengurus pajak kendaraannya,” katanya.</p>
<p>Adang juga menambahkan bahwa warga masyarakat yang datang ke Samsat Corner di BCS Mall akan dilayani petugas yang ramah, ada dari pihak Kepolisian, Dispenda, Jasa Raharja dan dari pihak Bank Bukopin. (ar)</p>
<p>sumber : <a href="http://erabarufm.blogspot.com/2010/03/samsat-corner-resmi-beroperasi-di-bcs.html" target="_blank">erabarufm.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digitalsistemsemesta.com/berita/samsat-corner-resmi-beroperasi-di-bcs-mall/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Resep Menjadi Digitalpreneur Ala Fajar Asikin</title>
		<link>http://digitalsistemsemesta.com/berita/resep-menjadi-digitalpreneur-ala-fajar-asikin</link>
		<comments>http://digitalsistemsemesta.com/berita/resep-menjadi-digitalpreneur-ala-fajar-asikin#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 06:44:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digitalsistemsemesta.com/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda ingin menjadi entrepreneur di bidang  information and communication technology –selanjutntya disebut Digitalpreneur, alangkah baiknya memperhatikan tips yang diberikan oleh Fajar Asikin. Fajar sudah terbukti sukses merintis dan membesarkan perusahaan software bernama PT Digital Sistem Semesta (DSS). Dan salah satu produk unggulan DSS adalah SiPAMOR, sistem pembayaran pajak kendaraan bermotor yang hanya butuh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika Anda ingin menjadi entrepreneur di bidang  information and communication technology –selanjutntya disebut Digitalpreneur, alangkah baiknya memperhatikan tips yang diberikan oleh Fajar Asikin. Fajar sudah terbukti sukses merintis dan membesarkan perusahaan software bernama PT Digital Sistem Semesta (DSS). Dan salah satu produk unggulan DSS adalah SiPAMOR, sistem pembayaran pajak kendaraan bermotor yang hanya butuh waktu 5 menit untuk mengurusnya.</p>
<p>Fajar mengungkapkan, untuk memulai usaha Digitalpreneur harus menetapkan segmen yang akan dibidik terlebih dahulu. Sebab, dunia ICT itu memiliki cakupan yang sangat luas. Beda segmen berarti beda strategi masuknya. ”Kebutuhannya juga berbeda, kebutuhan di bisnis distribusi dengan bisnis manufaktur jelas berbeda. Saya memilih public sector,” ujar Direktur Pengelola DSS, itu. Ia mengaku, sengaja membidik pasar Surabaya karena belum banyak pemain yang terjun di bisnis ini. Selain itu, banyak pemain di Jakarta yang belum membidik  layanan publik.</p>
<p>Untuk produk andalan DSS, Fajar menjagokan SiPAMOR. Ia mengklaim, kelebihan SiPAMOR terletak pada sistem yang end to end, karena sejak awal hingga akhir sistemya dikerjakan penuh oleh SiPAMOR. Biasanya, aplikasi lain hanya bagian per bagian saja dalam membuat sistem, akibatnya jika beda bagian, terjadi perbedaan aplikasi. Dengan SiPAMOR, kantor-kanto Samsat yang selama ini menjadi klien DSS  bisa menerapkan sistem yang terintegrasi.</p>
<p>Agar pelayanan publik lebih transparan, Fajar mengaku akan terus mendekati pemerintah pusat supaya mendorong pemerintah daerah dalam menerapkan kebijakan publik itu. SiPAMOR adalah salah satu usaha tersebut. ”Kami masuk ke level policy maker karena sistem hampir sama tapi bisa berbeda-beda penerapannya di daerah,” katanya.</p>
<p>DSS juga akan melibatkan perbankan dalam membantu mengembangkan perusahaannya. Sebab, diakuinya tidak mudah mengembangkan perusahaan dengan cepat tanpa bantuan dari bank. Hanya saja bisnis ICT ini termasuk baru di Indonesia sehingga diperlukan usaha yang lebih giat agar bisa meyakinkan bank.</p>
<p>Bagi Fajar, seorang Digitalpreneur harus membaca kondisi pasar terlebih dahulu. Setelah itu baru memperhatikan perkembangan teknologinya. Ia berpendapat, aplikasi atau sistem canggih dengan teknologi terbaru hanya akan sia-sia jika tidak bisa melihat peluang pasar. Sebab, pasar itu sangat luas dan memiliki kebutuhan teknologi yang berbeda satu dengan yang lainnya. ”Kalau berangkat dari teknologi, belum tentu teknologi itu yang dibutuhkan,” ia menambahkan.</p>
<p>Kepada Digitalpreneur, Fajar menyarankan beberapa hal agar lebih sukes. Pertama, seorang Digitalpreneur harus memperhatikan aset yang dimilikinya. Juga, team knowledge-nya.  Kedua, Digitalprenuer harus membidik pasar dan fokus menggarapnya. Jadi, seorang  Digitalpreneur harus memperhitungkan semua itu agar investasi dari segi dana, waktu, dan tim bisa dikelola dengan optimal. (EVA)</p>
<p><a href="http://swa.co.id/2010/02/resep-menjadi-digitalpreneur-ala-fajar-asikin/" target="_blank">swa.co.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digitalsistemsemesta.com/berita/resep-menjadi-digitalpreneur-ala-fajar-asikin/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fajar Asikin: Jatuh-Bangun di Dunia TI</title>
		<link>http://digitalsistemsemesta.com/berita/fajar-asikin-jatuh-bangun-di-dunia-ti</link>
		<comments>http://digitalsistemsemesta.com/berita/fajar-asikin-jatuh-bangun-di-dunia-ti#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 06:43:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digitalsistemsemesta.com/?p=421</guid>
		<description><![CDATA[Semangat wirausaha telah lama mengalir di diri Fajar Asikin. Ketika kuliah di Fakultas Teknik Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Fajar sudah bercita-cita memiliki perusahaan sendiri. Namun karena keterbatasan modal, selepas kuliah ia terpaksa menjadi profesional terlebih dulu, bergabung dengan IBM Indonesia tahun 1991.
Dari IBM, Fajar sempat berlabuh menjadi Wakil Kepala Cabang Radnet (perusahaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semangat wirausaha telah lama mengalir di diri Fajar Asikin. Ketika kuliah di Fakultas Teknik Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Fajar sudah bercita-cita memiliki perusahaan sendiri. Namun karena keterbatasan modal, selepas kuliah ia terpaksa menjadi profesional terlebih dulu, bergabung dengan IBM Indonesia tahun 1991.</p>
<p>Dari IBM, Fajar sempat berlabuh menjadi Wakil Kepala Cabang Radnet (perusahaan ISP) di Surabaya. Hingga akhirnya pada tahun 2000 Fajar memberanikan diri memulai bisnis sendiri. Bermitra dengan beberapa rekannya, ia memulai dengan mendirikan lembaga kursus komputer lisensi dari Amerika Serikat. Usaha ini kandas, tetapi Fajar tidak menyerah. Ia lantas mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang penyedia tenaga java programmer, dengan klien, di antaranya, Bali Camp, anak usaha PT Sigma Cipta Caraka. Di situ Fajar ikut mengerjakan proyek-proyek Bali Camp pesanan dari luar negeri.</p>
<p>Bosan menjadi “tukang jahit”, Fajar mengubah perusahaannya menjadi software house yang mandiri. Kala itu ia fokus dalam pengembangan software akuntansi. “Ternyata, persaingan di segmen ini sangat ketat. Segmen pasar yang dibidik harus tegas, ritel atau korporat. Tidak boleh setengah-setengah,” ujarnya. Usaha ini pun akhirnya kandas.</p>
<p>Tak lelah berusaha, Fajar mendirikan PT Digital Sistem Semesta (DSS) bersama Edi Djuwito. Perusahaan ini fokus pada pengembangan aplikasi pada segmen sektor umum. Tahun 2005, DSS mendapat kepercayaan menangani sistem informasi pajak kendaraan bermotor. Ini merupakan sistem aplikasi yang besar dan harus dikerjakan banyak orang. “Bebannya sangat besar, tenggat waktu penyelesaian pekerjaan begitu pendek dan hasilnya menyangkut citra keberhasilan banyak orang,” ungkapnya. “Banyak anggota tim saya setelah menyelesaikan pengembangan aplikasi ini tidak tahan dan keluar dari perusahaan.”</p>
<p>Aplikasi yang diberi nama SI Pamor (Sistem Informasi Pajak Kendaraan Bermotor) tersebut dikembangkan karena pihaknya melihat ada celah di segmen tersebut. Menurut Fajar, di setiap daerah, hampir 70% pendapatan asli daerah dari pajak kendaraan, sehingga sistem ini akan menjadi sistem utama yang digunakan banyak Dinas Pendapatan Daerah, pengelola Kantor Samsat. Samsat merupakan kantor bersama bagi Instansi Direktorat Lalu Lintas Polda, Dinas Pendapatan Provinsi dan Jasa Raharja.</p>
<p>SI Pamor adalah sistem aplikasi yang terintegrasi untuk menangani proses pendaftaran kendaraan bermotor, mulai awal pendaftaran kendaraan baru, pembayaran pajak kendaraan dan bea balik nama kendaraan, hingga tercetak menjadi surat ketetapan pajak daerah (SKPD), surat tanda nomor kendaraan bermotor (STNK), serta bukti pemilikan kendaraan bermotor (BPKB).</p>
<p>Kini, 18 kantor Samsat di Jawa Timur telah menggunakan aplikasi SI Pamor. Hasil yang diperoleh Kantor Samsat tersebut juga sangat positif. Dari sisi pendapatan, daerah mengaku dapat meraih peningkatan pendapatan hingga 60%. Dan aplikasi ini juga sangat stabil, sehingga jarang sekali terjadi hang walau melayani pelanggan dalam jumlah yang lebih besar.</p>
<p>DSS juga terus berinovasi. Layanan yang ditawarkannya kini semakin beragam, mulai dari desain layanan hingga channel-nya. Kini tersedia SMS info pajak kendaraan 7070, layanan drive thru di 19 lokasi di Ja-Tim, Samsat link lintas wilayah, Samsat corner di beberapa mal, hingga Samsat mobile. Fajar mengatakan, semua itu terselenggara karena sistem yang menggunakan SI Pamor telah berjalan dengan sangat baik, sehingga inovasi back office-front office bisa dengan mudah dikembangkan ke berbagai layanan.</p>
<p>Berkat kepiawaiannya, tahun 2008 DSS mendapatkan penghargaan dalam INAICTA 2008 untuk kategori E-Government. “Kami juga mewakili Indonesia dalam APICTA 2008,” ujar Fajar. Saat ini, menurutnya, pemerintah harus bisa melayani tuntutan masyarakat yang semakin tinggi dan terus meningkat terhadap pelayanan publik yang transparan, akuntabel dan cepat.</p>
<p>Hingga saat ini, DSS masih terus melakukan pengembangan. Dengan pendapatan sekitar Rp 4 miliar/tahun (70% berasal dari aplikasi SI Pamor), perusahaan ini ingin terus menunjukkan eksistensinya di dunia peranti lunak di Tanah Air. Bahkan, mencanangkan tekad merambah pasar mancanegara.</p>
<p>Taufik Hidayat dan Ahmad Yasir Saputra</p>
<p><a href="http://swa.co.id/2010/02/kiprah-para-digitalpreneur/" target="_blank">swa.co.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digitalsistemsemesta.com/berita/fajar-asikin-jatuh-bangun-di-dunia-ti/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bayar Pajak Dua Menit Saja</title>
		<link>http://digitalsistemsemesta.com/berita/bayar-pajak-dua-menit-saja</link>
		<comments>http://digitalsistemsemesta.com/berita/bayar-pajak-dua-menit-saja#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Feb 2010 03:32:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Samsat Sulsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digitalsistemsemesta.com/?p=414</guid>
		<description><![CDATA[ABDUL Siddiq mengunjungi Mal Makassar Town Square di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu pekan lalu. Tapi guru sekolah menengah pertama di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan itu bukan hendak berbelanja, melainkan mengurus pajak sepeda motornya.
Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan memang membuka kantor di pusat belanja itu, yang fungsinya sebagai pos pembayaran pajak kendaraan bermotor dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-415" title="IMAGE0006" src="http://digitalsistemsemesta.com/wp-content/uploads/2010/02/IMAGE0006-300x225.jpg" alt="IMAGE0006" width="300" height="225" />ABDUL Siddiq mengunjungi Mal Makassar Town Square di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu pekan lalu. Tapi guru sekolah menengah pertama di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan itu bukan hendak berbelanja, melainkan mengurus pajak sepeda motornya.</p>
<p>Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan memang membuka kantor di pusat belanja itu, yang fungsinya sebagai pos pembayaran pajak kendaraan bermotor dengan sistem daring (online), mulai akhir Desember lalu. Kantor sistem administrasi manunggal satu atap (samsat) itu dinamai Gerai Sayang. Di gerai seluas 4 x 4 meter di lantai dua pusat belanja itu ada tiga petugas yang siap melayani wajib pajak.</p>
<p>Di sanalah Abdul menyerahkan bukti pemilikan kendaraan bermotor (BPKB), surat tanda nomor kendaraan (STNK), dan kartu tanda penduduknya. Petugas dari Dinas Pendapatan Daerah Sulawesi Selatan lantas mengecek dokumen-dokumen itu, lalu memasukkan datanya ke program di komputer. Setelah memastikan semua data benar, petugas dari Bank Sulsel lalu mencetak surat bukti pembayaran pajak. ”Tak sampai dua menit, semuanya beres,” kata Abdul.</p>
<p>Teknologi yang dipakai untuk sistem ini adalah Sistem Informasi Pajak Kendaraan Bermotor atau Sipamor, yang dikembangkan PT Digital Sistem Semesta, perusahaan teknologi informasi yang berbasis di Surabaya. Sebelumnya, sistem ini diterapkan di tiga provinsi, yakni Jawa Timur, Kepulauan Riau, dan Gorontalo.</p>
<p>Sipamor terpilih sebagai aplikasi unggulan kategori e-government dalam Indonesia Information and Communication Technology Award 2008. Aplikasi itu juga sudah terdaftar hak ciptanya di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia pada 2007.</p>
<p>Layanan baru ini telah dibuka di lima dari 23 pusat layanan samsat. Kelimanya berada di Makassar, Gowa, Bone, Parepare, dan Palopo. ”Tahun ini akan kami perbanyak samsat online menjadi 16 dan akan kami bangun juga di 11 kabupaten,” kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah Sulawesi Selatan Arifuddin Dahlan, Kamis pekan lalu.</p>
<p>Dana yang dihabiskan pemerintah untuk membangun seluruh sistem itu Rp 2 miliar, dengan target perolehan pendapatan pajak Rp 1 triliun pada tahun ini.</p>
<p>Penerapan Sipamor merupakan usaha pemerintah mengurangi korupsi. ”Kalau teknologi semakin maju, korupsi jadi sulit,” kata Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo dalam acara peresmian sistem baru ini di Makassar pada 30 Desember lalu. ”Tidak ada lagi yang simpan uang di kantong petugas samsat, karena transaksi dilakukan secara elektronik,” ujarnya.</p>
<p>Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur Made Sutarya mengklaim adanya peningkatan yang signifikan dalam pendapatan pajak sejak sistem ini diterapkan sepenuhnya pada 2006. Dua tahun berturut-turut sebelum memakai Sipamor, pendapatan dari pajak kendaraan bermotor sekitar Rp 946,5 miliar dari 5,2 juta kendaraan dan Rp 1,1 triliun dari 5,9 juta kendaraan. Setelah penerapan sistem baru ini, pendapatan itu terus naik, dari Rp 1,3 triliun (6,5 juta kendaraan) pada 2006, Rp 1,5 triliun (7 juta kendaraan) pada 2007, Rp 1,7 triliun (7,8 juta kendaraan) pada 2008, dan Rp 2,6 triliun (8,7 kendaraan) tahun lalu. Tahun ini ditargetkan perolehan Rp 1,9 triliun.</p>
<p>Sistem layanan pajak baru itu memang menawarkan kemudahan dan kecepatan bagi para wajib pajak. Abdul mengaku, selama ini, dia selalu repot bila mengurus pembayaran pajak di kantor samsat, sampai-sampai harus minta izin ke sekolahnya. ”Dulu harus antre dan menunggu sampai seharian. Ada banyak posnya, jadi ribet,” katanya.</p>
<p>Sipamor mengurangi jumlah pos itu, tapi meningkatkan jumlah wajib pajak yang bisa dilayani. Dalam sehari, misalnya, Gerai Sayang melayani lebih dari 20 orang sejak pukul 10.00 hingga 19.00.</p>
<p>Fajar Asikin, Managing Director PT Digital Sistem Semesta, menuturkan gagasan pengembangan Sipamor muncul setelah ia tahu bahwa aplikasi layanan pajak yang dirancang selama 17 tahun oleh sebuah perusahaan untuk Dinas Pendapatan Daerah Jawa Timur tak kunjung sempurna. IBM Indonesia, tempat Fajar bekerja saat itu, memasok perangkat keras untuk dinas tersebut. Fajar lantas mendirikan perusahaan sendiri pada 2003. Dengan dukungan 25 karyawan, dia mengembangkan sistem layanan pajak ini sejak 2004 dan selesai tiga tahun kemudian.</p>
<p>Sipamor memakai Oracle 9i untuk basis data dan pemrograman Borland Delphi untuk sistem front-end atau pengolah akhirnya. Sistem ini dapat berjalan di lingkungan server Windows ataupun Debian Linux dan memakai infrastruktur Telkom untuk jaringannya, sehingga bisa diakses dalam jaringan dan dapat terhubung dengan sistem lain, misalnya sistem perbankan. Maka pembayaran dapat dilakukan melalui bank atau anjungan tunai mandiri.</p>
<p>Tantangan dalam membangun sistem ini adalah mengintegrasikan data skala besar dan kompleks dari berbagai sumber serta mengolahnya secara cepat dan akurat. Selama ini, kata Fajar, sering kali jumlah pembayar pajak begitu banyak, hingga 2.000 orang per hari, dan bisa berlipat tiga seusai dengan musim liburan panjang. Dalam sistem lama, limpahan data ini sering membebani sistem, sehingga sistem jadi lambat atau malah ngadat. Sipamor dapat mengolah data yang besar ini. Saat ini, misalnya, ia mampu mengolah 700 ribu data kendaraan di Kepulauan Riau dan 8,5 juta data di Jawa Timur.</p>
<p>Pemerintah juga membutuhkan 80 jenis laporan dari data tersebut. Dulu hal tersebut menjadi masalah karena merangkum semua data itu tidaklah mudah. ”Dengan sistem ini, sekarang laporan itu bisa dimunculkan setiap saat dan tinggal mencetaknya kalau diperlukan, terutama pada saat penyusunan laporan yang harus memenuhi kaidah ISO 9001-2000, yakni semua laporan harus didokumentasikan dengan baik,” kata Fajar.</p>
<p>Sipamor dilengkapi sistem keamanan bertahap, mulai struktur basis data, aplikasi, komputer pengguna, hingga pembagian kewenangan di antara petugas penggunanya. Sistem ini juga dilengkapi perekam, sehingga kalau ada perubahan pada sistem ataupun data, akan tercatat pada jurnal-jurnal yang telah dipersiapkan. ”Kalau ada penyalahgunaan fasilitas, pengawas instansi yang berkaitan akan langsung mengetahuinya,” katanya.</p>
<p>Sejak awal, Sipamor dirancang agar bisa digunakan masyarakat awam, termasuk yang ”gaptek” sekalipun. ”Butuh dua hari bagi masyarakat awam untuk mempelajari dan mengimplementasikannya,” kata Fajar.</p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-416" title="IMAGE0005" src="http://digitalsistemsemesta.com/wp-content/uploads/2010/02/IMAGE0005-300x225.jpg" alt="IMAGE0005" width="300" height="225" /></p>
<p>Staf Fajar perlu waktu tiga hari untuk memasang sistem ini di sebuah kantor. Perangkat keras yang dibutuhkan bergantung pada besar-kecilnya kantor samsat pengguna, yang terkait dengan jumlah kendaraan di wilayah tersebut dan kewenangan kantor itu. ”Bisa jadi ada kantor samsat yang hanya memiliki satu server dan dua komputer klien, tapi ada juga kantor yang memiliki satu server dengan lebih dari 40 komputer klien,” kata Fajar.</p>
<p>Sistem ini sebenarnya sudah mencakup seluruh informasi pengurusan pajak kendaraan bermotor, seperti modul aplikasi pendaftaran, penetapan pajak, kasir, pencetakan STNK dan BPKB, surat keterangan fiskal, pemblokiran, denda, serta sistem informasi bagi wajib pajak. Namun tak semua fasilitas itu digunakan. Beberapa daerah tak menerapkan fasilitas pencetakan BPKB karena kepolisian memang masih menulisnya secara manual.</p>
<p>Makassar juga belum mengaktifkan sistem denda dalam program ini, sehingga pembayaran pajak yang terlambat tak bisa dilayani. Kalau ada warga telat membayar pajak, petugas pasti akan menjawab, ”Maaf, tidak bisa.”</p>
<p>Meski demikian, masyarakat tetap diuntungkan, terutama dari segi efisiensi biaya, kemudahan, dan kecepatan membayar pajak. Tahun depan, Sulawesi Selatan akan mengembangkannya dengan menambah berbagai fasilitas, seperti samsat drive-thru dan informasi lewat pesan pendek.</p>
<p>Sumber: <a href="http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2010/02/01/TI/mbm.20100201.TI132613.id.html" target="_blank">majalah tempo interaktif</a></p>
<p>Kurniawan, Dini Mawuntyas, Sukmawati, Indra O.Y.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digitalsistemsemesta.com/berita/bayar-pajak-dua-menit-saja/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cukup Lima Menit Urus Pajak Kendaraan</title>
		<link>http://digitalsistemsemesta.com/berita/cukup-lima-menit-urus-pajak-kendaraan</link>
		<comments>http://digitalsistemsemesta.com/berita/cukup-lima-menit-urus-pajak-kendaraan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 05:25:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Samsat Sulsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digitalsistemsemesta.com/?p=399</guid>
		<description><![CDATA[MAKASSAR &#8212; Bukan zamannya lagi mengurus perpanjangan pajak kendaraan bermotor dalam hitungan hari. Gerai Samsat Sayang di Makassar Town Square (M&#8217;Tos) memangkas durasi waktu hingga cukup lima menit saja.
Bahkan pada uji coba pelayanan Gerai Samsat Sayang, Senin, 19 Oktober, kemarin, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu&#8217;mang, menghitung waktu pelayanan terhadap seorang pemilik kendaraan hanya dua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MAKASSAR &#8212; Bukan zamannya lagi mengurus perpanjangan pajak kendaraan bermotor dalam hitungan hari. Gerai Samsat Sayang di Makassar Town Square (M&#8217;Tos) memangkas durasi waktu hingga cukup lima menit saja.</p>
<p>Bahkan pada uji coba pelayanan Gerai Samsat Sayang, Senin, 19 Oktober, kemarin, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu&#8217;mang, menghitung waktu pelayanan terhadap seorang pemilik kendaraan hanya dua menit 40 detik. &#8220;Cepat sekali,&#8221; kata Agus.</p>
<p>Gerai Samsat Sayang yang diresmikan penggunaannya oleh Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, hanya melayani perpanjangan pajak kendaraan. Pemilik kendaraan cukup membawa kartu tanda penduduk, STNK,dan BPKB, maka dalam hitungan menit, surat pembayaran pajak yang baru telah berada di tangan. Biaya yang harus dibayar juga sesuai dengan angka yang tertera di surat pembayaran pajak.</p>
<p>Ada tiga petugas pada loket pendaftaran, pembayaran, dan penyerahan yang siap melayani masyarakat. Jika antrean sedang panjang, ada banyak gerai makanan dan minuman yang berada di sekitar Gerai Samsat Sayang yang berada di lantai dua M&#8217;tos.</p>
<p>Gerai Samsat membuka pelayanan kepada masyarakat mulai pukul 11.00 sampai 20.00. Layanan cepat dapat dinikmati mulai Senin sampai Sabtu. Dengan konsep layanan customer care, gerai itu akan dikembangkan dengan sistem online.</p>
<p>Perhatian lebih berupa kemudahan dan kecepatan pantas diberikan kepada pengguna kendaraan bermotor. Syahrul Yasin Limpo menyebut pajak kendaraan bermotor menyumbang sekira 60 persen dari total pendapatan asli daerah atau PAD Sulsel.</p>
<p>Kendaraan roda dua maupun empat yang beroperasi di Sulsel saat ini sebanyak 240 ribu unit. Sebanyak 160 ribu unit di antaranya kendaraan roda dua. Gerai Samsat Sayang itu dioperasikan bersama oleh Dispenda Sulsel dan Kepolisian Daerah Sulsel.</p>
<p>Kapolda Sulsel, Irjen Pol Adang Rochjana, yang juga hadir meresmikan penggunaan gerai pelayanan itu mengingatkan petugas gerai bahwa masyarakat tidak butuh janji, tetapi butuh bukti. &#8220;Bukan sekadar iming-iming yang diberikan. Pelayanan dari waktu ke waktu harus lebih baik,&#8221; katanya.</p>
<p>Dirlantas Polda Sulsel dan Sulbar, Kombes Pol Nandang, mengatakan, Samsat Makassar setiap hari melayani hingga seribu warga yang mengurus pajak kendaraan. Padahal idealnya, hanya sekira 800 orang saja. (rif)</p>
<p>sumber: <a href="http://fajar.co.id/index.php?option=news&amp;id=71639" target="_blank">fajar.co.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digitalsistemsemesta.com/berita/cukup-lima-menit-urus-pajak-kendaraan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wagub Sulawesi Selatan Berkunjung ke SAMSAT Makassar</title>
		<link>http://digitalsistemsemesta.com/berita/wagub-sulawesi-selatan-berkunjung-ke-samsat-makassar</link>
		<comments>http://digitalsistemsemesta.com/berita/wagub-sulawesi-selatan-berkunjung-ke-samsat-makassar#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 06:07:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Samsat Sulsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digitalsistemsemesta.com/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Ir. Agus Arifin Nu’mang,MM) melakukan inspeksi mendadak ke Kantor Bersama SAMSAT Makassar untuk meninjau persiapan penerapan Sistem Online. Dalam acara tsb Wakil Gubernur Sulawesi Selatan diterima oleh Kadipenda Propinsi Sulsel (Drs.Arifuddin Dahlan,MM) dan Kepala Cabang Jasa Raharja Sulsel (Ir.Budi Sulistijo,SE,MKom,AAAIK).
Pembangunan Sistem Online dilakukan oleh Konsultan Teknologi Informasi DSS yang turut membangun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Ir. Agus Arifin Nu’mang,MM) melakukan inspeksi mendadak ke Kantor Bersama SAMSAT Makassar untuk meninjau persiapan penerapan Sistem Online. Dalam acara tsb Wakil Gubernur Sulawesi Selatan diterima oleh Kadipenda Propinsi Sulsel (Drs.Arifuddin Dahlan,MM) dan Kepala Cabang Jasa Raharja Sulsel (Ir.Budi Sulistijo,SE,MKom,AAAIK).</p>
<p>Pembangunan Sistem Online dilakukan oleh Konsultan Teknologi Informasi DSS yang turut membangun Sistem Online di Jawa Timur. Hal ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan studi banding Tim Pembina SAMSAT Sulawesi Selatan ke Jawa Timur beberapa waktu yang lalu.</p>
<p>Tampak dalam foto, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan meninjau persiapan sarana &amp; prasarana Sistem Online serta sempat berdialog dengan Kadipenda Sulsel dan Kacab Jasa Raharja Sulawesi Selatan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-381 aligncenter" title="7426-1" src="http://digitalsistemsemesta.com/wp-content/uploads/2009/09/7426-1-300x172.jpg" alt="7426-1" width="300" height="172" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-383 aligncenter" title="7426-2" src="http://digitalsistemsemesta.com/wp-content/uploads/2009/09/7426-2-300x172.jpg" alt="7426-2" width="300" height="172" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-385 aligncenter" title="7426-3" src="http://digitalsistemsemesta.com/wp-content/uploads/2009/09/7426-3-300x172.jpg" alt="7426-3" width="300" height="172" /></p>
<p style="text-align: center;"><img class="size-medium wp-image-387 aligncenter" title="7426-4" src="http://digitalsistemsemesta.com/wp-content/uploads/2009/09/7426-4-300x172.jpg" alt="7426-4" width="300" height="172" /></p>
<p>Sumber: <a href="http://www.jasaraharja.co.id/read.cfm?id=7426" target="_blank">jasaraharja.co.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digitalsistemsemesta.com/berita/wagub-sulawesi-selatan-berkunjung-ke-samsat-makassar/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Koordinasi Tim Pembina SAMSAT Sulawesi Selatan</title>
		<link>http://digitalsistemsemesta.com/berita/koordinasi-tim-pembina-samsat-sulawesi-selatan</link>
		<comments>http://digitalsistemsemesta.com/berita/koordinasi-tim-pembina-samsat-sulawesi-selatan#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 09:34:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Samsat Sulsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digitalsistemsemesta.com/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[Dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih baik, Tim Pembina SAMSAT Sulawesi Selatan melakukan koordinasi &#38; pemantauan langsung persiapan penerapan Sistem Online di Kantor Bersama SAMSAT Makassar.
Koordinasi &#38; pemantauan secara langsung dilakukan pada malam hari oleh Direktur Lalu Lintas Polda Sulselbar (Kombes Nandang, SH,MH), Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Drs. Arifuffin Dahlan, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan lebih baik, Tim Pembina SAMSAT Sulawesi Selatan melakukan koordinasi &amp; pemantauan langsung persiapan penerapan Sistem Online di Kantor Bersama SAMSAT Makassar.</p>
<p>Koordinasi &amp; pemantauan secara langsung dilakukan pada malam hari oleh Direktur Lalu Lintas Polda Sulselbar (Kombes Nandang, SH,MH), Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Drs. Arifuffin Dahlan, MM), dan Kepala Jasa Raharja Cabang Sulawesi Selatan (Ir.Budi Sulistijo, SE,MKom,AAAIK) terhadap sistem online yang sedang diujicobakan di Kantor Bersama SAMSAT Makassar.</p>
<p>Pembangunan Sistem Online dilakukan oleh Konsultan Teknologi Informasi DSS yang turut membangun Sistem Online di Jawa Timur. Hal ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan studi banding Tim Pembina SAMSAT Sulawesi Selatan ke Jawa Timur beberapa waktu yang lalu.</p>
<p>Tampak dalam foto, Tim Pembina SAMSAT Sulawesi Selatan (Dirlantas berbaju biru, Kadispenda berbaju merah, Kacab JR berbaju koko putih) sedang berbincang-bincang bersama Tim Konsultan DSS didampingi pajabat &amp; staf dari ketiga instansi yaitu Ditlantas Polda Sulselbar, Dipenda Provinsi Sulawesi Selatan, dan Jasa Raharja Cabang Sulawesi Selatan.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.jasaraharja.co.id/read.cfm?id=7381" target="_blank">jasaraharja.co.id</a></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-363" title="7381-1" src="http://digitalsistemsemesta.com/wp-content/uploads/2009/09/7381-1-300x172.jpg" alt="7381-1" width="300" height="172" /></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-365" title="7381-2" src="http://digitalsistemsemesta.com/wp-content/uploads/2009/09/7381-2-300x172.jpg" alt="7381-2" width="300" height="172" /></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-367" title="7381-3" src="http://digitalsistemsemesta.com/wp-content/uploads/2009/09/7381-3-300x172.jpg" alt="7381-3" width="300" height="172" /></p>
<p><img class="aligncenter size-medium wp-image-369" title="7381-4" src="http://digitalsistemsemesta.com/wp-content/uploads/2009/09/7381-4-300x172.jpg" alt="7381-4" width="300" height="172" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digitalsistemsemesta.com/berita/koordinasi-tim-pembina-samsat-sulawesi-selatan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Urus Pajak STNK Bisa di Mal</title>
		<link>http://digitalsistemsemesta.com/berita/urus-pajak-stnk-bisa-di-mal</link>
		<comments>http://digitalsistemsemesta.com/berita/urus-pajak-stnk-bisa-di-mal#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2009 07:50:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Samsat Jatim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digitalsistemsemesta.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[Samsat Corner MOG Diresmikan
Warga Kota Malang yang ingin mengurus perpanjangan surat tanda nomor kendaraan (STNK) sekarang tidak lagi repot-repot mendatangi kantor Samsat Kota Malang di Jl S. Supriadi 80. Sudah ada tempat lain untuk mengurus perpanjangan STNK yang diresmikan kemarin. Yakni di Mal Olympic Garden (MOG).
Lokasinya di gerai paling pojok lantai I blok FF 53 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="size-full wp-image-295 alignleft" title="mog" src="http://digitalsistemsemesta.com/wp-content/uploads/2009/08/mog.jpg" alt="mog" width="257" height="193" />Samsat Corner MOG Diresmikan</strong></p>
<p>Warga Kota Malang yang ingin mengurus perpanjangan surat tanda nomor kendaraan (STNK) sekarang tidak lagi repot-repot mendatangi kantor Samsat Kota Malang di Jl S. Supriadi 80. Sudah ada tempat lain untuk mengurus perpanjangan STNK yang diresmikan kemarin. Yakni di Mal Olympic Garden (MOG).</p>
<p>Lokasinya di gerai paling pojok lantai I blok FF 53 dan diberi nama Samsat Corner. Siang kemarin, peresmian kantor layanan ini dilakukan Kapolda Jatim Irjen Anton Bahrul Alam disaksikan oleh semua muspida Malang Raya.</p>
<p>Kapolda Anton Bahrul Alam mengatakan keberadaan Samsat Corner di Kota Malang adalah yang kedua di Jatim setelah Surabaya. &#8220;Inovasi ini sangat bagus dan bisa dilanjutkan ke jenis pelayanan lain. Misalnya SIM corner,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Inovasi layanan kemudahan membayar pajak kendaraan ini diprakarsasi tiga pilar pelaksana di kantor Satuan Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Malang: Satlantas Polresta Malang, Dispenda Provinsi Malang Kota, dan Jasa Raharja. Mereka memilih plasa sebagai kantor pelayanan alternatif karena banyak dikunjungi masyarakat. &#8220;Kami ingin memberikan kesan bahwa membayar pajak itu mudah. Bisa dilakukan di mana saja, termasuk di plasa ketika berbelanja atau sekadar jalan-jalan,&#8221; kata Kasat Lantas Polresta Malang AKP Pranatal Hutajulu.</p>
<p>Selain bisa memberikan kemudahan lokasi yang mudah dijangkau karena berada di pusat kota, jam operasional mal dinilai juga bisa memberikan kemudahan bagi wajib pajak kendaraan bermotor untuk memilih waktu pembayaran. Jika jam kantor bisa dilakukan di kantor samsat, namun kalau di luar jam kantor bisa dilakukan di Samsat Corner.</p>
<p>Nantinya, kantor layanan di MOG ini hanya melayani urusan perpanjangan STNK. Karena sudah menerapkan sistem online, wajib pajak yang bisa dilayani mencakup sewilayah Jawa Timur. Tentunya sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.</p>
<p>Samsat Corner akan buka setiap hari, kecuali hari libur nasional. Jam operasional mulai pukul 10.00 hingga pukul 21.00. Pelayanan akan istirahat selama satu jam, mulai pukul 14.00 hingga 15.00. Khusus wajib pajak luar Kota Malang yang menggunakan sistem online akan dilayani mulai pukul 10.00 hingga pukul 16.00 karena menyesuaikan sistem kerja di kantor samsat lain. Syarat yang harus dibawa oleh wajib pajak adalah KTP asli, BPKB asli, dan STNK asli. Jika tidak memiliki kelengkapan tersebut, pelayanan bisa dilakukan di kantor samsat.</p>
<p>Pranatal mengatakan, sebenarnya inovasi serta prestasi sudah dilakukan oleh samsat sejak lama. Di antaranya telah mengantongi sertifikasi standar pelayanan internasional (ISO) 9001:2000. juga memberikan layanan samsat drive thru untuk kendaran roda empat, yakni melakukan perpanjangan ekstracepat tanpa harus turun dari mobil. Berikutnya, ada samsat keliling dengan mengoperasionalkan mobil layanan ke pusat keramaian masyarakat. (mas/yn)</p>
<p>Sumber: <a href="http://jawapos.co.id" target="_blank">jawapos.co.id</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digitalsistemsemesta.com/berita/urus-pajak-stnk-bisa-di-mal/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pajak Kendaraan Semakin Transparan</title>
		<link>http://digitalsistemsemesta.com/berita/pajak-kendaraan-semakin-transparan</link>
		<comments>http://digitalsistemsemesta.com/berita/pajak-kendaraan-semakin-transparan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 05:14:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digitalsistemsemesta.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[
Bukan hal aneh bila banyak yang mengeluhkan lemahnya kemampuan pemerintah daerah di Indonesia dalam mengelola data kepemerintahan mereka. Salah satunya pada pengelolaan informasi mengenai penerimaan pajak kendaraan bermotor. Padahal di sejumlah daerah, 70% dari pendapatan daerah tersebut berasal dari pajak kendaraan bermotor.
Permasalahan inilah yang membuat PT Digital Sistem Semesta tergerak menciptakan sistem aplikasi komputer tepat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry">
<p>Bukan hal aneh bila banyak yang mengeluhkan lemahnya kemampuan pemerintah daerah di Indonesia dalam mengelola data kepemerintahan mereka. Salah satunya pada pengelolaan informasi mengenai penerimaan pajak kendaraan bermotor. Padahal di sejumlah daerah, 70% dari pendapatan daerah tersebut berasal dari pajak kendaraan bermotor.</p>
<p>Permasalahan inilah yang membuat PT Digital Sistem Semesta tergerak menciptakan sistem aplikasi komputer tepat guna yang mampu memudahkan Pemda dalam mengelola informasi pajak kendaraan bermotor. Aplikasi ini kemudian dinamakan SIPAMOR (Sistem Informasi Pajak Kendaraan Bermotor).</p>
<p>Managing Director PT Digital Sistem Semesta, Fajar Asikin, menjelaskan bahwa SIPAMOR adalah suatu sistem aplikasi yang terintegrasi untuk menangani proses perijinan kepemilikan kendaraan bermotor, mulai dari awal pendaftaran kendaraan baru, pembayaran pajak kendaraan maupun Bea Balik Nama Kendaraan, hingga tercetak menjadi SKPD (Surat Ketetapan Pajak Daerah), STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor), dan BPKB (Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor).</p>
<p>SIPAMOR menggunakan database yang handal sehingga proses analisa maupun konsistensi data, baik bagi kepentingan wajib pajak, kepolisian, dan Dinas Pendapatan Daerah dapat diberikan secara lengkap</p>
<p>Fajar menambahkan, SIPAMOR mampu menangani data yang besar dan kompleks. ”Kalau dulu, bila harus melayani 1.000 transaksi per hari maka aplikasi yang dipakai sering hang, sekarang sudah tidak lagi. Apalagi sekarang sudah harus melayani pelayanan pengurusan STNK lintas wilayah. Belum lagi kalau habis liburan panjang biasanya pengurusan STNK bisa melonjak dua hingga tiga kali lipat dari jumlah normal,” ujar Fajar.</p>
<p>SIPAMOR juga memungkinkan terjadinya sejumlah inovasi dalam pelayanan pajak kendaraan bermotor. Di Jawa Timur misalnya, kini para pemilik kendaraan disuguhi kemudahan dengan sejumlah fasilitas yaitu SMS Info Pajak Kendaraan 7070, layanan drive thru di 16 lokasi di Jatim, Samsat link lintas wilayah, Samsat Corner di beberapa Mall, dan Samsat Mobile. ”Semua itu dimungkinkan karena sistem back office yang menggunakan SIPAMOR telah berjalan dengan sangat baik, maka inovasi front office bisa dengan mudah dikembangkan ke berbagai layanan,” jelas Fajar.</p>
<p><strong>Legitimasi Melalui INAICTA</strong></p>
<p>Awal perjalanan SIPAMOR menemui banyak jalan terjal, produk ini pernah ditolak penggunaannya oleh sebuah pemerintah provinsi di Jawa karena lebih memilih menggunakan aplikasi serupa yang dibuat oleh vendor asing. Namun, keberhasilan memenangkan Indonesia ICT Award (INAICTA) 2008 untuk kategori E-Goverment seolah memberikan legitimasi kehandalan aplikasi ini.</p>
<p>Sekarang, produk yang dikembangkan sejak 2003 lalu ini telah dipatenkan dan dipakai oleh 55 Kantor Bersama Samsat di tiga provinsi yaitu Jawa Timur, Kepulauan Riau, dan Gorontalo. Tercatat lebih dari 8,5 juta data kendaraan bermotor yang dikelola di Jawa Timur dan 700 ribu data di Kepulauan Riau. Di Gorontalo, penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor yang dikelola dengan SIPAMOR mencapai lebih dari 4 Trilyun Rupiah per tahun.</p>
<p>Hadirnya SIPAMOR di industri kreatif digital Indonesia membuktikan bahwa anak bangsa mampu menghasilkan karya berkualitas yang sangat bermanfaat bagi negara ini. ”Kombinasi kuatnya infrastruktur telekomunikasi dan dukungan pemerintah bagi kalangan pendidikan yang berbasis digital, akan mempercepat ketertinggalan kita di bidang industri kreatif,” ujar Fajar bersemangat. [Pipit]</p>
<p>Sumber: <a href="http://inaicta.web.id/2009/05/13/pajak-kendaraan-semakin-transparan/" target="_blank">inaicta.we.id</a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digitalsistemsemesta.com/berita/pajak-kendaraan-semakin-transparan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SIPAMOR, Mengurus STNK Tak Lagi Lama</title>
		<link>http://digitalsistemsemesta.com/berita/sipamor-mengurus-stnk-tak-lagi-lama</link>
		<comments>http://digitalsistemsemesta.com/berita/sipamor-mengurus-stnk-tak-lagi-lama#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 05:45:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://digitalsistemsemesta.com/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Dulu, mengurus STNK bukan hal yang menyenangkan. Antreannya panjang, prosesnya pun makan waktu lama hingga berjam-jam. Tak heran kalau banyak orang memilih untuk mengurusnya lewat calo. Tapi, itu dulu. Sekarang, mengurus STNK bisa tanpa repot. Itu berkat SIPAMOR, singkatan dari Sistem Informasi Pajak Kendaraan Bermotor.
Modul awal aplikasi SIPAMOR mulai dikembangkan pada tahun 2004. Pengguna pertamanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu, mengurus STNK bukan hal yang menyenangkan. Antreannya panjang, prosesnya pun makan waktu lama hingga berjam-jam. Tak heran kalau banyak orang memilih untuk mengurusnya lewat calo. Tapi, itu dulu. Sekarang, mengurus STNK bisa tanpa repot. Itu berkat SIPAMOR, singkatan dari Sistem Informasi Pajak Kendaraan Bermotor.</p>
<p>Modul awal aplikasi SIPAMOR mulai dikembangkan pada tahun 2004. Pengguna pertamanya saat itu adalah Kantor Samsat di Gresik, Jawa Timur. Aplikasi buatan PT Digital Sistem Semesta (DSS) ini terus dikembangkan hingga tahun 2006. Tim pengembangnya terdiri dari 20-25 orang. Menurut Fajar Asikin, Managing Director DSS, aplikasi itu kini sudah matang, komplet, dan dilengkapi dengan banyak modul.</p>
<p>&#8220;Saat ini aplikasi SIPAMOR sudah digunakan di 51 kota/kabupaten di tiga provinsi di Indonesia, yakni Jawa Timur, Kepulauan Riau, dan Gorontalo,&#8221; kata Fajar yang juga pendiri DSS. Perusahaan software yang berbasis di Surabaya itu fokus pada pengembangan aplikasi pemerintahan.</p>
<p>Awalnya</p>
<p>Fajar mengaku tertarik mengembangkan SIPAMOR karena merasa prihatin dan malu melihat layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) di Jatim. &#8220;Karena Dipenda (Dinas Pendapatan Daerah) Jatim ini merupakan pelanggan lama saya, sejak akhir tahun 80-an, waktu saya masih bekerja di IBM Indonesia,&#8221; papar Fajar. Saat itu, pihaknya hanya menyediakan perangkat keras untuk Dipenda Jatim, sementara aplikasi yang dibuat oleh pihak lain tak kunjung selesai.</p>
<p>Fajar prihatin sebab biaya pemeliharaan komputer IBM semakin mahal, namun manfaatnya kurang dirasakan oleh Dipenda karena aplikasinya belum ada. &#8220;Padahal dari sisi logika, seharusnya aplikasi itu bisa diselesaikan dengan tidak terlalu sulit,&#8221; katanya. Di IBM, Fajar pernah menjabat Marketing Representative hingga Segment Owner untuk wilayah Indonesia Timur.</p>
<p>Selepas dari IBM, tahun 1996-2000, Fajar sempat bekerja untuk ISP Radnet di Surabaya. Pada 2003, barulah dia mendirikan DSS. &#8220;Alhamdulillah, orangtua saya wiraswasta dan sudah mendirikan perusahaan 33 tahun yang lalu, sehingga memberikan keberanian bagi saya untuk memulai usaha sendiri,&#8221; kata Fajar, yang akhirnya mengembangkan SIPAMOR sebagai aplikasi pembayaran PKB untuk Dipenda Jatim.</p>
<p>Diakui Fajar, SIPAMOR dikembangkan sebagai teknologi tepat guna, mudah digunakan dan tidak rumit. Teknologi yang digunakan untuk mengembangkan aplikasi ini antara lain Oracle 9i untuk database dan Borland Delphi untuk sistem front-end-nya. SIPAMOR bisa berjalan di lingkungan sistem Windows Server maupun Debian Linux.</p>
<p>Selain mengembangkan aplikasi untuk pemerintah, DSS juga mengembangkan aplikasi game dan edukasi. &#8220;Saat ini, kami sedang mengembangkan aplikasi untuk game technology dan aplikasi dunia pendidikan, namun belum selesai dan masih proses pengembangan bersama teman-teman ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember),&#8221; jelas Fajar.</p>
<p>Kelebihan</p>
<p>Berkat kelebihannya SIPAMOR terpilih jadi juara di ajang Infonesia ICT Award (INAICTA) 2008, untuk kategori e-Government. &#8220;Beberapa daerah mengakui terjadi peningkatan hingga 60 persen dari pendapatan, setelah menerapkan aplikasi ini,&#8221; kata Fajar. &#8220;Kalau dulu (Samsat) harus melayani transaksi 1000 orang per hari, dan aplikasi yang dipakai sering hang. Sekarang sudah tidak lagi.&#8221; Dengan begitu, mereka bisa melayani lebih banyak transaksi dalam waktu yang lebih cepat.</p>
<p>Dari sisi SDM, Fajar menyampaikan, SIPAMOR tidak menuntut kualifikasi personal terlalu tinggi. &#8220;Dari pengalaman kami, cukup 2 hari pelatihan dan 2 minggu pendampingan, sistem sudah bisa digunakan dengan baik.&#8221;</p>
<p>Pada dasarnya, ada tiga macam dokumen yang bisa dicetak oleh SIPAMOR, Yakni SKPD, STNKB, dan BPKB. SKPD (Surat Ketetapan Pajak Daerah) yang berisi data nilai pajak yang telah dibayar sesuai dengan jenis kendaraan, tahun pembuatan, merek kendaraan, dan masa lakunya. SKPD ini untuk kepentingan Dinas Pendapatan Daerah.</p>
<p>Selanjutnya, STNKB (Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor) yang berisi informasi mengenai kendaraan seperti nomor rangka, nomor mesin, dan nomor BPKB. STNKB ini untuk kepentingan kepolisian dan identitas aset wajib pajak. &#8220;Yang ketiga, BPKB (Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor). Namun, belum semua provinsi menggunakan output ini karena ada sebagian Polda yang masih menulis BPKB secara manual,&#8221; papar Fajar.</p>
<p>Di sisi manajemen birokrasi, SIPAMOR juga menawarkan manfaat, untuk  menghasilkan laporan. &#8220;Report yang dihasilkan dari aplikasi ini mencapai 80 jenis report, bahkan bisa lebih sesuai kebutuhan,&#8221; ujar Fajar. Berkat aplikasi buatannya, semua laporan transaksi bisa terdokumentasi dengan baik. &#8220;Report ini bisa dimunculkan setiap saat dibutuhkan, dan tinggal mencetaknya kalau diperlukan,&#8221; Fajar menambahkan.</p>
<p>Investasi &#8220;Murah Meriah&#8221;</p>
<p>Aplikasi SIPAMOR berupa software yang terintegrasi. Fajar menyampaikan, pihaknya hanya menginformasikan kebutuhan spesifikasi minimal yang diperlukan kliennya untuk mengoperasikan SIPAMOR. Menurut dia, aplikasi buatannya ini bisa menjadi solusi &#8220;murah meriah&#8221; bagi kantor-kantor Samsat di berbagai wilayah. Contoh terbaiknya bisa dilihat pada implementasi SIPAMOR di kantor Samsat di daerah Jawa Timur dan Batam yang terbilang kompleks.</p>
<p>&#8220;Implementasi di Jawa Timur bisa mengelola kendaraan lebih dari 8 juta kendaraan, dan kompleksitas masalah di Batam juga lumayan kompleks,&#8221; papar Fajar. Artinya, daerah baru yang ingin menerapkan SIPAMOR tak perlu lagi menghabiskan banyak waktu untuk implementasi dan mendapatkan hasil maksimal.</p>
<p>&#8220;Implementasi SIPAMOR bahkan cenderung murah meriah, karena pendapatan sehari pun sudah mampu mengembalikan biaya investasi yang harus dikeluarkan untuk membeli aplikasi ini full system. Bayangkan kalau pendapatan Samsat bisa dimulai dari Rp200 juta hingga Rp1 milyar per hari,&#8221; kata Fajar.</p>
<p><span style="font-family: arial; font-size: small;"><strong>Oleh: Restituta Ajeng Arjanti</strong></span></p>
<p>Sumber: <a href="http://www.qbheadlines.com/innovation.php?cat=6" target="_blank">www.qbheadlines.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://digitalsistemsemesta.com/berita/sipamor-mengurus-stnk-tak-lagi-lama/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
